Selasa, 01 Desember 2015

Ini Sikap KNPB Dari Bumi Amungsa Tempat Perampok Freeport Beroperasi

















Ini sikap KNPB, dari bumi Amungsa, tempat perampok Freeport beroperasi, saya dan rakyat West Papua mengecam keras tindakan biadab aparat kolonial Indonesia di Jakarta di bawa pimpinan Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya, yang secara brutal telah memukul, menangkap ratusan Mahasiswa Papua dan menembak Mahasiswa Niko Suhun. Kami juga mengecam Tito Karnavian yang merupakan aktor berbagai aksi teror di West Papua yang telah menewaskan banyak aktivis dan rakyat sipil Papua. Kekerasan terhadap gerakan demokratis mahasiswa ini sejalan dengan pernyataan Tito Karnavian bulan Oktober lalu bahwa' "Polisi melanggara HAM itu boleh".


Hari ini, Tito Karnavian dan aparat brengsek di pusat ibukota kolonial Indonesia, membuktikan dan menyatakan kepada seluruh dunia tentang wajah kekerasan penguasa kolonial Indonesia yang sedang diterapkan di West Papua. Kami sudah menduga dari jauh hari bahwa penguasa kolonial mengkondisian opini publik, dengan menjadikan 1 Desember sebagai momok yang berdarah-darah, karena suudah berjalan tindakan penangkapan, penculikan, dan penembakan sebelum tanggal hari ini, 1 Desember 2015. Kasus penculikan di Sentani oleh Kopassus, kasus penodongan di Kota Raja oleh Brimob, hingga penembakan di Mamberamo dan Serui tadi malam adalah real militerisme yang terstruktur.


Publik nasional Indonesia dibodohi dengan pembohongan publik yang dilakukan oleh para jenderal ini, yakni Paulus Waterpau yang membuat pernyataan para pembersih lapangan ibadah di Nabire mengibarkan bendera, lalu hari ini di Jakarta melalui media detik.com bahwa alasan membubaran aksi karena Mahasiswa membawa bendera bintang fajar. Inilah pembohongan yang dilakukan untuk memuluskan kepentingan ketenaran, jabatan, dan uang operasional TNI dan Polri. Inilah budaya para jenderal perusak kemanusiaan dunia yang harus dilawan oleh rakyat tertindas di Indonesia, maupun dunia tanpa batas keyakinan politik masing-masing.


Yang harus dipahami oleh siapapun makluk di dunia ini adalah bahwa kebenaran sejarah tidak dapat dihilangkan dengan bedil senjata. Siapapun dan apapun gerakannya, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan ekspresi politiknya harus dilindungi oleh negara manapun di dunia ini. Apalagi rakyat West Papua, diatas wilayahnya, yang dimana kolonialisme dan kapitalisme telah meraup kepentingan ekonomi dari sumber daya alam Papua. Bahwa rakyat West Papua hari ini yang kau korbankan tidak berjuang untuk meminta bagi hasil Freeport yang kau ributi hari demi hari dengan kerakusanmu yang menggila. Rakyat West Papua tidak butuh itu. Mereka berdiri di depan gedung-gedung mewah di Jakarta yang kau bangun dengan kekayaannya hari ini untuk tujuan menuntut hak politik yang kau curi 19 hari setelah deklarasi manifesto politik 1 Desember 1961.


Ingatlah penjajah, hari ini, diatas negeri ini, aktivitas pemerintahan kolonialisme tidak berjalan alias libur bersama untuk memperingati dan menghormati hari dimana 54 tahun lalu kami medeklarasikan diri sebagai sebuah bangsa dan negara. Rakyat West Papua yang kau jajah dengan sesadar-sadarnya telah bersiap untuk menentukan nasib mereka sendiri. Tentu kau tidak akan berhasil menghalangi darah juang segenap rakyat West Papua yang semakin muak dengan tidakanmu. 


Dengan tidakanmu hari ini kau sendir telah menyatakan kepada dunia bahwa kami bukan bagian dari bangsa Indonesia, tetapi benar bahwa kami bangsa Papua. Itu jugalah yang akan menjadi alasan kenapa kami akan terus memberontak melawanmu hingga titik darah penghabisan.
Kami pasti menang!

Dari kami yang kau jajah, di tempat yang kau rampok. Bumi Amungsa, Timika, West Papua
Victor Yeimo 
Ketua Umum KNPB


0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com